Catatan dari Semiloka Membangun Strategi Multi Pihak untuk Penurunan Kasus Kematian Ibu dan Anak di Provinsi Sulawesi Barat

Penanganan kasus kematian ibu membutuhkan inovasi, integrative, komitmen, dan progressif dalam penurunan kasus kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan pada tahun 2014 terjadi 42 kasus kematian ibu dan 313 kasus kematian bayi.

Isu kematian ibu menjadi isu yang yang selalu hangat untuk selalu didiskusikan. Kehangatan ini terlihat dalam semiloka Penurunan Kasus Kematian Ibu yang digagas oleh Yayasan Mitra Bangsa (Yasmib) Sulselbar), salah satu lembaga yang konsen dalam perbaikan Kesehatan anak dan Ibu di Provinsi Sulawesi Barat.

Ada beberapa permasalahan yang mendasar yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat diantaranya Masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi, belum teratasinya permasalan gizi pada anak, tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular , belum adanya program integrasi yang inovatif dalam rangka penurunan kematian ibu dan bayi serta pemberdayaan.

Dalam sintesa anatomi kematian Ibu Provinsi Sulawesi Barat, waktu terjadinya kasus kematian Ibu paling banyak terjadi pada saat proses melahirkan 59,52%, Masa kehamilan 26,19% dan masa nifas 14,29%. Pada tahun yang sama penyebab terjadinya kematian terbesar disebabkan perdarahan 57%, Hipertensi 3%, ganggan system peredaran darah 3% dan penyebab lainnya 19%.

Ini menunjukkan adanya pekerjaan Rumah pemerintah dalam menemukan intervensi yang tepat guna, merumuskan langkah dan kebijakan Inovasi yang tidak biasa. Terkadang, persoalan geografis, wilayah menjadi “alasan abadi” yang selalu didengungkan. Yang jadi pertanyaan adalah apakah keadaan seperti itu harus dibiarkan?

Jawabannya tentu tidak?

Pancasila telah mengamanatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Amanat ini tentunya wajib untuk direalisasikan dan dinikmati oleh masyarakat secara purna, merata dan adil tanpa membedakan antara daerah sulit dan mudah, kota dan desa serta Kondisi sulit membutuhkan strategi lebih maksimal dibandingkan dengan daerah yang tingkat aksesnya lebih mudah dicapai.

Strategi – strategi lain yang dapat dilakukan antara lain : Perlunya sosialisasi kesehatan ibu dan anak secara terstruktur, sistematis dan massif dengan melibatkan seluruh sektor yang ada; Peningkatan mutu bidan melalui pelatihan dan sertifikasi bidan, Penguatan kerja sama antara bidan dan dukun, Jaminan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat miskin dan perlunya pelibatan sekolah tinggi kesehatan dalam penurunan kematian ibu dan bayi secara langsung

Selain itu sinergisitas bidan dan dukun yang sebagian besar belum berjalan secara optimal ditambah kepercayaan masyarakat terhadap dukun beranak yang masih tinggi sehingga masyarakat merasa nyaman ditolong oleh dukun dalam proses persalinannya, dibandingkan dengan melakukan persalinan di layanan kesehatan oleh bidan

Upaya penurunan kasus kematian ibu dan bayi tidak dapat diselesaikan tanpa integrasi yang inovatif. Kolaborasi berbagai pihak baik dari praktisi, akademisi, maupun pemerintah daerah diharapkan dapat terjalin dan memaksimalkan upaya penanganan masalah kematian ibu dan bayi. Penurunan kematian ibu dan bayi membutuhkan langka sistematis, terstruktur dan Masif dengan melibatkan pelaksana pembangunan dan penerima pembangunan dalam penyusunan model intervensi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *