Ketika Para Lelaki Tubel Bicara Sangkar

Menjalani masa kuliah bagi mereka yang sudah bekerja menjadi tantangan tersendiri. Ada banyak hal yang harus di sesuaikan. Perlu waktu untuk dapat menyesuaikan irama kampus dan kuliah yang nota bene cukup berbeda dengan kondisi di kantor tempat bekerja.

Hari ini kami berlima Anwar, Ukan, Amrin, Kiki dan saya berkumpul di gazebo depan kampus Fakultas Kesehatan masyarakat Unhas. Banyak yang kami bicarakan dan diskusikan. Sebelumnya kami menikmati kopi yang di jajakan sebagai sekaligus bazar yag dilakanakan oleh organisasi mahasiswa FKM hari ini. Sayang bagi kami pribadi kopi yang kami pesan tidak sesuai dengan harapan. No recomended untuk minum yang kedua kalinya di tempat tadi. Begitu pun pendapat Kiki yang memesan Espresso yang ternyata sangat pahit. Sampai – sampai pak Kiki sampai menambah 2 Porsi gula kedalam gelas yang berisi kopi. Anwar “lelaki bujang” dikelompok Tubel 2017 yang juga ternyata penikmat kopi seperti saya dan Kiki bersama – sama duduk di kursi yang berada di parkiran mobil. “saya pesan Vietnan Drip” ujar wawan “nama keren Anwar”.

Setelah minum kopi kami berpindah tempat, because “We Will Close” ujar gadis panitia bazar kepada kami. Akhirnya kami bergeser ke gazebo. Disinilah cerita berlanjut, apalagi ukan dan dan amrin juga ikut bergabung. Bagaimana seru dan ributnya ketika para lelaki bicara tentang sangkar. Opss jangan victor sahabat. Ini adalah tetang sangkar burung yang ternyata telah pergi meninggalkan burung yang datang kepadanya.

Pembahasan lainnya adalah tentang persiapan pelaksanaan futsal yang akan di laksanakan besok lapangan futsal depan MTOSH dan rencana weekend ke rumah Armadhan untuk bakar – bakar ikan di Galesong.

Masa kuliah memang memberikan beberapa efek positif khususnya bagi mereka yang sudah bekerja seperti kami. Berat badan mulai menurun, otak mulai terasah lebih hebat lagi, soalnya banyak belajar, mata semakin segar “kalau yang ini pak Amrin punya slogan” dan bertambahnya sahabat dan teman yang merupakan investasi jejaring masa depan.

Kuliah di kampus merah, Universitas Hasanuddin memang membutuhkan energi yang banyak. Tugas yang diberikan oleh dosen seyogyanya menjadi motivasi untuk semakin giat belajar, bukan sebaliknya menjadi beban. Hal inilah yang kadang kami alami tugas sepertinya menjadi sebuah beban “kalo lagi bete’ dan malas kerja tugas”.

Kalo lagi malas kerja tugas kampus sepertinya si Burung memang harus menengok sangkarnya walau sebentar saja.

Makassar, Pondok Aryun 9 September 2017

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *