Mengenal Visi Misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat 2017-2022

Pasca dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi sulawesi Barat pada tanggal 12 Mei 2017 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)  maka Ali Baal Masdar  dan Enny Anggraeni Anwar telah sah sebagai Gubernur Wakil Gubernur Sulbar. ABM – Enny yang familiar dengan tagline Maju Malaqbi tentunya harus segera bekerja sebagai perwujudan amanah yang telah diberikan oleh rakyat Sulawesi Barat. Sebagai warga Sulawesi Barat saya Pribadi berharap pemerintah baru dapat bekerja lebih baik lagi dalam memajukan Pembangunan di tanah malaqbi tanah Mandar Sulawesi Barat.

Dalam beberapa kegiatan kampanye beberapa waktu lalu, ABM dan Enny telah memilih Visi “Sulawesi Barat Maju dan Malaqbiq“.

Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

Sulawesi Barat Maju   : Sejajar dengan propinsi maju lainnya di Indonesia terkhusus di    kawasan timur Indonesia dengan mendorong 3 aspek    pembangunan yaitu : Maju dari aspek pendidikan, kesehatan dan pendidikan masyarakat; Maju dalam pengelolaan tata pemerintahan yang bersih dan profesional; Maju dalam pengembangan infrastruktur daerah serta pengelolaan SDA yang optimal.

Sulawesi Barat Malaqbiq “didefinisikan”  Masyarakatnya Malaqbiq, dalam arti berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya dan religius; Alam dan lingkungan yang Malaqbiq, dalam terkelola dengan baik dan profesional untuk kesejahtraan rakyat dan Malaqbiq dalam berhubungan dunia luarnya dan propinsi lainnya dalam jejaringnya kuat dan dihormati sehingga dipercaya dengan tujuan untuk membangun Sulbar yang lebih maju.

Adapun misi yang ditetapkan sebanyak 5 Poin :

  • Membangun Sumber daya Manusia Berkualitas, Berkepribadian dan Berbudaya. yaitu Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
  • Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Modern dan Terpercaya. yaitu kondisi pemerintahan yang para pelaku yang terlibat di dalamnya menjaga diri dari perbuatan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).Perekonomian Sulawesi Barat yang semakin maju dan berdaya saing, bersinergi antar skala usaha, berbasis  ekonomi pertanian dan non pertanian yang mampu menarik investasi dalam dan luar negeri, menyerap banyak tenaga kerja, serta memberikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
  • Membangun dan Menguatkan Konektivitas antar Wilayah Berbasis Unggulan Strategis. yaitu Penguatan konektivitas nasional merupakan salah satu strategi yang ditempuh dalam rangka percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, terdapat tiga prinsip konsep konektivitas. Pertama, memaksimalkan pertumbuhan melalui kesatuan kawasan, bukan keseragaman (inclusive development) dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan. Kedua, memperluas pertumbuhan melalui konektivitas wilayah-wilayah melalui inter-moda supply chain system yang menghubungkan hinterland dan yang tertinggal dengan pusat-pusat pertumbuhan. Ketiga, mencapai pertumbuhan inklusif dengan menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur dan pelayanan dasar dalam mendapatkan manfaat pembangunan
  • Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi. yaitu Pertumbuhan Ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan “teknologi” produksi itu sendiri. Harrod – Domar mengemukakan syarat-syarat yang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dan berkembang dengan mantap atau steady growth dalam jangka panjang pada semua variabel seperti output, tabungan, investasi, dan kemajuan teknologi. Pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh adanya inovasi dari para pelaku ekonomi, inovasi ini berarti adanya perbaikan dalam arti luas. Misalnya adanya penemuan produk baru ataupun penemuan pasar baru.
  • Mengarusutamakan Lingkungan Hidup untuk Pembangunan Berkelanjutan. yaitu kesatuan dan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Sumber : Draft RPJMD Teknokratis Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017-2022

Charge Your Spirit di kelas Inspirasi Mamuju#2 – Part 1

Alhamdulillah Tahun 2015 menjadi tahun kedua Pelaksanaan kelas Inspirasi mamuju. Sejak 2 bulan terakhir ini sibuk dengan persiapan pelaksanaan Kelas Inspirasi Mamuju#2. OPPO jadi Koordinator KI Mamuju” gumamku dalam hati saat teman2 alumnus KI Mamuju#1 belum ada yang bersedia jadi koordinator KI#2 Mamuju. Kebetulan diantara teman-teman Alumnus KI Mamuju#1, saya yang paling tua—-hehehehehe…

Antara Pekerjaan sebagai PNS di Dinkes Sulbar dan Kelas Inspirasi, semuanya menjadi prioritas. Membagi waktu antara pekerjaan dan hobby menjadi relawan dan turut bagian dalam partisipasi membangun pendidikan Indonesia di “Perguruan Kelas Inspirasi”

Kopi Darat (Kopdar) —Istilah yang kami berikan bagi rapat dan ketika para panitia berkumpul yang dilaksanakan tiap dua kali sepekan hampir selalu ditemani oleh gorengan yang disiapkan oleh teman-teman Panitia yang hadir. Bersama dengan orang – orang yang berbeda profesi, berbeda aktivitas namun satu dalam bingkai kesukarelawanan membuat saya happy and enjoy to do it.

Mulai dari menyusunan Time Schedule, Rekruitmen Panitia Relawan, kontak Ibu Hikmah- Koordinator KI Sulbar – Mas Dika dan Mbak Tinitis dari Indonesia Mengajar, Survei Sekolah, Kontak dengan KCD, Bupati Mamuju, Rekruitmen Relawan Pengajar dan Fotografer / Videografer sampai pelaksanaan 3 acara Puncak “ Briefing – Hari Inspirasi – Refleksi”

Kesemua dan hampir semua tahapan – tahapan dan langkah – langkah yang di lalui memiliki cerita tersendiri yang begitu menarik. Kebersamaan dengan relawan – Relawan Panita dan Pengajar dari Kelas Inspirasi Mamuju 1 Tahun lalu berlanjut terus sampai hampir 1 tahun ini. Muka yang berseri – seri, semangat yang terus membuncah, dan jiwa tanpa pamrih yang mereka miliki memberikan pelajaran kepada saya bahwa masih banyak kok orang-orang yang siap untuk suka rela dan turun tangan langsung dalam kerja – kerja sosial di kelas Inspirasi.

Mulai tanggal 5 Januari “Open Recruitment “ Volunteer Pengajar – Fotografer mamupun Profesional mulai dibuka di Website Kelas Inspirasi . Selai itu kami juga melakukan pembagian brosur kelas Inspirasi tiap pekan di Anjungan Pantai Manakarra dan Pada Pelaksanaan Free Car Day. Banyak belajar dari teman – teman Relawan. Ada Hamar, Miny Jie, Slamet, Sandy dengan semangat 45 yang mereka miliki, Om maul sekeluarga bersama dengan Volunterr Cilik Si Najilah, Mr Ontime – Dewa yang dengan Motor Supranya selau hadir paling cepat pada setiap aktivitas yang kami lakukan, Uci, Sri, Wahdah, Tabo’ dan Hasiyanti – Pemudi – pemudi yang dengan rasa tulus dan keikhlasan berbaur dengan rasa ingin berbagi, Tika, Aida, Miny dan Nina dengan semangat terus semoga berkarya lebih baik untuk bangsa dan Negara, Misna dan Nuby ayo terus bersama membangun mimpi anak Indonesia

Hari terus berlalu, Jam demi jam tak terasa, menit – demi menit berputar dalam alunannya dan akhirnya tersisa 10 hari lagi masa pendaftaran terbuka. Otak mulai diputar, tenaga terus maksimalkan dan berbagai macam ide muncul dari teman – temana pada saat kami kumpul.

“ Ayo kita buat surat ajakan khusus kepada profesional untuk terlibat dalam kegiatan Inspirasi kali ini” ujar salah seorang relawan pada saat itu.

Akhirnya kami buatlah Surat yang ditujukan kepada para profesional dan Institusianya mulai dari Kepolisian, TNI, Perkumpulan Perawat, SAR, Badan Bencana, Pemadam dan ajakan kepada Bupati Mamuju untuk terlibat dan turun tangan langsung dalam kegiatan kelas Inspirasi.

Formulir disiapkan namun ternyata 4 hari menjelang masa akhir penutupan pendaftaran kelas Inspirasi belum ada yang kembalikan formulir.

Akhirnya Jurus terakhir “mendatatangi langsung”, mulai dari Makodim, Respon yang luar biasa yang diberikan oleh Bapak Kasdim Mamuju dalam pelaksanaan Kelas Inspirasi dengan ajakan 3 orang anggota TNI untuk ikut dalam kegiatan kI Tahun ini. Selanjutnya berputar ke kantor Kepolisian, Kapolres Mamuju memberikan tugas kepada 8 anggotanya termasuk beliau didalamnya untuk terlibat dan turun tangan langsung mengajar anak- anak SD.

Relawan Pengajar Fix, yang jadi malasalah adalah kekurangan relawan Fotografer / Videografer. 3 Sekolah belum memiliki fotografer. Gimana yah caranya?…Dengan menggunakan HP maka teman- teman yang memiliki koneksi kenalan fotografer kemudian kami hubungi secara langsung. Mereka sangat ingin terlibat namun pada hari pelaksanaan Kelas Inspirasi ada kegiatan lain yang mereka lakukan..So ..telpon kesana kemari..BBM kenalan para relawan—Kontak Komunitas Jpeg, dan akhirnya tercukupilah relawan fotografer yang ada di 8 Sekolah yang akan kami kunjungi.

Pelaksanaan Briefing memasuki harinya..Persiapan segalanya..Mulai dari bersihkan Aula Diknas Kab mamuju , Sampai kontak langsung via sms dan Telpon kesiapan relawan untuk hadir pada saat briefing.

Melihat para relawan datang satu per satu memasuki ruangan. Mengingatkan kami pada lirik lagu Di Timur Matahari” dari W. R. Supratman :

Di timur matahari mulai bercahaya
Bangun dan berdiri kawan semua semua
Marilah mengatur barisan kita
Pemuda pemudi Indonesia

Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya :

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Dan pada saat briefing kami menyampaikan secara singkat tentang Kelas Insirasi secara umum dan pemutaran Video Kelas Inspirasi Mamuju#1. Dengan dipandu oleh Eby dan Okky dari Pengajar Muda yang telah datang dari arah 70 Km dari Malunda di Majene. Akhirnya teman – teman relawan bertemu dengan relawan lainnya, bertatap muka dengan para Kepala Sekolah dan Bapak KCD , H. Sabannar..Salut untuk Bapak KCD yang memberikan respon yang luar biasa dalam Pelaksanaan Kegiatan Kelas Inspirasi Mamuju.

Dengan Briefing diri ini terasa tercharger kembali dan Full semangat dengan 7 Sikap Dasar Kelas Inspirasi :

– Sukarela

– Bebas kepentingan

– Tanpa biaya

– Siap belajar

– Ambil bagian langsung

– Siap bersilaturahmi

– Tulus

Satu semangat… Satu Tempat… Satu Tujuan ….

Di Kelas Inspirasi – Membangun Mimpi Anak Indonesia 

Cerita Rego di Kelas Inspirasi Polman

KELAS INSPIRASI SULAWESI BARAT – POLEWALI MANDAR – 9 JUNI 2014

rego, arsitek – kelompok 6, SDN 035 desa Bussu, kecamatan Tapango

…..Indonesia Raya, Merdeka, merdeka, Tanahku, neg’riku yang kucinta!. Indonesia Raya, Merdeka, merdeka, Hiduplah Indonesia Raya…..

[ refrain lagu INDONESIA RAYA – pencipta Wage Rudolf Supratman ]

Buat saya, rasanya hanya lagu Indonesia Raya saja yang selalu dapat membuat tenggorokkan ini tercekat dan susah mengeluarkan suara untuk menyanyikannya. Apakah ini rasa bangga yang amat sangat? Saya tidak tau. Namun yang jelas, saya sangat bangga sebagai bangsa Indonesia.

Saya merasa cukup beruntung, karena pekerjaan yang ditekuni, pernah ‘membawa’ saya melihat beberapa tempat di bumi ini. Namun sepertinya saya kurang beruntung, karena justru belum sempat melihat Indonesia secara keseluruhan.

Berangkat dari keinginan ini, maka saya berencana untuk menyempatkan diri mengunjungi daerah-daerah di Indonesia. Akan tetapi ketika direncanakan dan dipikirkan kembali, timbul pertanyaan: setelah mengunjungi dan melihat, lalu apa?

Pada bulan Mei 2014 lalu, seorang karyawan kantor minta ijin tidak masuk kantor karena akan mengikuti Kelas Inspirasi di Padang, Sumatra Barat. Setelah saya cari tau apa itu Kelas Inspirasi, timbul pemikiran dan jawaban atas pertanyaan saya tadi. Mengapa saya tidak mengunjungi dan melihat Indonesia sambil menjadi relawan Kelas Inspirasi.

Tanpa proses yang cukup lama, saya mendaftar melalui website Kelas Inspirasi di dua tempat sekaligus, Mamuju dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Karena begitu inginnya terpilih sebagai relawan, saya ‘nekat’ mendaftar di dua kota yang sebenarnya mengadakan kegiatan ini pada tanggal yang sama.

Pada tanggal 5 Juni 2014, saya mendapat SMS bahwa saya terdaftar sebagai relawan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan saya segera memastikan keikutsertaan saya.

Pada tanggal 6 Juni 2014, saya mendapat email bahwa saya terdaftar (juga) sebagai relawan di Mamuju, Sulawesi Barat. Namun karena saya sudah memastikan di Polewali Mandar lebih dahulu, maka dengan berat hati saya mengundurkan diri dari Mamuju.

Sebenarnya saya berharap kedua kota ini melakukan kegiatan Kelas Inspirasi pada hari yang berbeda.

 

…..Sungguh Indah Tanah Air Beta. Tiada Bandingnya Di Dunia. Karya Indah Tuhan Maha Kuasa. Bagi Bangsa Yang Memujinya…..

 

[ bait 2 lagu INDONESIA PUSAKA – pencipta Ismai Marzuki ]

 

Kalau bukan karena Kelas Inspirasi, saya mungkin tidak akan pernah tahu ada tempat (kota) yang bernama Polewali Mandar di Indonesia.

Di masa sekarang, tidak ada kata tidak tahu dan tidak bisa. Semua bisa dilacak, dipelajari, dan ditelusuri di dunia maya. Begitu pula dengan bagaimana cara mencapai Polewali Mandar dari Jakarta. Semua informasi sudah ada hanya tinggal dikumpulkan dan dilaksanaan.

Pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2014 pagi, saya mulai berangkat dari tempat tinggal menuju bandara Soekarno Hatta untuk menggunakan pesawat pukul 13.00 ke Makassar. Menurut informasi, sesampainya di Makassar saya dapat lanjutkan perjalanan ke Polewali Mandar dengan Bis atau ‘panther’. Saya memutuskan untuk menggunakan bis saja karena saya tidak tahu dan yakin dengan jenis transport ;panther’.

Pukul 16.30 waktu Makassar, saya mendarat dan melanjutkan dengan taksi ke terminal bis. Jadwal bis yang ke Polewali Mandar adalah jam 21.00 jadi saya harus menunggu.

Tepat waktu yang dijadwalkan, bis berangkat. Di dalam bis, saya berkenalan dengan teman duduk sebelah saya. Beliau baru dari penugasan di Bandung dan akan pulang ke Mamuju. Setelah berbicara banyak hal dan hari juga makin malam, kami mulai tertidur di dalam bis yang cukup nyaman. Sesekali saya terbangun karena ada cahaya lampu. Terakhir kali saya terbangun, teman disebelah saya juga terjaga. Beliau kaget dan memberi tahu saya bahwa ini sudah di Majene dan Polewali Mandar sudah terlewat cukup jauh. Saya langung beranjak dari tempat duduk ke kondektur bis dan meminta untuk turun di Majene saja. Pada waktu itu, jam menunjukan pukul 4.00 pagi, hari Minggu.

Sekali lagi, kalau bukan karena Kelas Inspirasi dan ‘nyasar’, saya mungkin tidak akan pernah tau ada tempat (kota) yang bernama Majene di Indonesia.

Setelah turun dari bis, saya berjalan menuju sebuah mini market yang buka 24 jam di dekat situ. Saya lihat para pegawai sedang sibuk memasang tenda di luar toko. Saya menegur mereka dan menanyakan cara untuk mencapai Polewali Mandar dari situ. Ada beberapa pilhan, naik bis, ‘panther’, atau pete-pete (angkot). ‘Panther’ dan pete-pete baru beroperasi sekitar jam 7.00 pagi. Sedangkan bis sewaktu-waktu ada yang lewat dan mungkin bersedia mengangkut penumpang tambahan.

Sambil berisirahat, saya mencoba melihat posisi saya di GPS yang ada di telepon genggam. Ternyata saya terlewat sekitar 50km dari Polewali Mandar. Lumayan jauh.

Para pegawai mini market ini sangat baik hati. Hampir setiap bis yang lewat, mereka coba berhentikan dan tanyakan kesediaannya untuk mengangkut saya. Sayangnya tidak ada yang mau karena dianggap jaraknya terlalu dekat.

Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu hari agak terang untuk melanjutkan perjalanan. Sambil saya beristirahat, tiba-tiba salah satu pegawai mini market tersebut menawarkan untuk mengantarkan saya dengan motornya. Dengan motor, 50km perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam.

Jadilah akhirnya pada pukul 5.00 pagi, saya membonceng motor dari Majene menuju Polewali Mandar.

Dalam gelapnya dini hari, saya membayangkan, sepertinya pemandangan menuju Polewali Mandar ini pasti indah. Di atas peta, jalan ini agak menyusur tepi laut, jadi harusnya banyak yang bisa dinikmati. Namun sayang, pada waktu itu masih gelap. Di dalam gelap, saya melihat ke langit. Di langit begitu banyak bintang bertaburan. Banyak sekali. Pemandangan yang tidak pernah saya lihat di Jakarta.

Indahnya Indonesia….

Sekitar pukul 6.00 pagi, hari Minggu, akhirnya saya sampai di Polewali Mandar

 

Oh, ibu dan ayah, selamat pagi. Kupergi sekolah sampai kan nanti

Selamat belajar nak penuh semangat. Rajinlah selalu tentu kau dapat. Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman

[ lagu PERGI SEKOLAH – pencipta Ibu Sud ]

 

Akhirnya tiba juga hari inspirasi, Senin, 9 Juni 2014. Satu hari sebelumnya para relawan diberikan arahan dan dibagikan kelompok oleh panitia. Saya mendapat kelompok 6 di SDN 035 desa Bussu, kecamatan Tapango bersama 4 relawan lain. Jaraknya sekitar 1 jam dari Kantor Bupati ke arah atas bukit dengan motor.

Kami ditugaskan untuk masuk ke kelas 2, 3, 4, 5 dan 6 dengan masing-masing kelas diberi jatah 25 menit.

Sebenarnya saya agak ragu apakah anak-anak SD ini tahu dengan profesi saya yaitu arsitek. Jika tidak tahu, maka saya harus mulai dengan menjelaskan apakah arsitek itu sebelum menjelaskan bagaimana menjadi seorang arsitek.

Ternyata benar, semua anak-anak tidak tahu apa arsitek itu. Bahkan mereka tidak kenal kata arsitek. Hanya ada satu orang di kelas 4 yang tahu arsitek sebagai orang yang suka menggambar.

Saya memulai penjelaskan secara sederhana tentang arsitek dan dilanjutkan dengan permainan ‘terbang keliling dunia’. Saya memang sudah menyiapkan alat peraga berupa gambar-gambar bangunan dari berbagai tempat di Indonesia dan dunia. Satu anak, secara bergantian, saya pilih untuk menjadi pilot untuk ‘menerbangkan’ satu kelas ke tempat lokasi tempat bangunan yang ada di gambar tersebut dengan diiringi lagu-lagu. Kelas menjadi meriah.

Ternyata, 25 menit itu terasa sangat lama buat saya yang belum pernah berinteraksi sebagai ‘pengajar’ anak-anak SD. Ketika berbicara di depan kelas, selalu terbayang-bayang kata-kata yang pernah saya baca di website Kelas Inspirasi :

Jika Anda sekarang berpikir bahwa mempertanggungjawabkan hasil kerja di depan dewan direktur adalah pengalaman presentasi paling menantang, cobalah untuk menjelaskan apa yang Anda kerjakan sehari-hari di depan 40-an murid-murid SD.  Anda akan berpikir ulang!

Yang pasti, baju saya basah karena keringat. Salut untuk para guru kita.

Pada acara penutupan di lapangan sekolah, saya selalu berusaha untuk berbaur dengan anak-anak dalam barisan. Mereka sangat senang didekati dan diajak ‘ngobrol’. Layaknya anak-anak,mereka sangat mudah akrab, seakan sudah mengenal sejak lama.

Yang paling mengharukan adalah ketika akan pulang, anak-anak menyempatkan mendekati saya dan saling berebut mencium tangan sebagai tanda pamit. Mudah-mudahan ini bukan pamit selamat tinggal tapi pamit sampai bertemu lagi.

Setelah beristirahat dan berbincang-bincang dengan guru setempat. Akhirnya kami bersiap pulang. Sebelum sampai ke tempat kami memarkir motor, ternyata ada beberapa anak-anak yang kembali ke sekolah setelah berganti baju. Salah satu diantaranya menyapa saya, “Pak Rego, sampai ketemu lagi ya…”.

…..Indonesia, tanah berseri, Tanah yang aku sayangi, Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.

S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya, Pulaunya, lautnya, semuanya, Majulah Neg’rinya, Majulah pandunya, Untuk Indonesia Raya.

[ bait 3 lagu INDONESIA RAYA – pencipta Wage Rudolf Supratman ]

Saat ini saya sudah di Jakarta. Sudah memulai segala rutinitas. Sebelum pulang, para relawan sudah saling bertukar media komunikasi dan media sosial.

Akun Facebook saya tiba-tiba bertambah banyak kawan yang berada di Sulawesi Barat. Baik para relawan dan panitia di Polewali Mandar, atau kawan lain yang belum pernah bertemu. Banyak foto, video , dan komentar yang diunggah ke Facebook.

Foto-fotonya menyenangkan, video-videonya mengharukan, komentar-komentarnya membanggakan. Namun kembali saya bertanya pada diri sendiri. Lalu apa? Apa saya cukup bermanfaat untuk anak-anak SDN 035 desa Bussu Kecamatan Tapango?

Saya tidak pernah tau. Tapi saya berharap, ada sedikit kesan yang tertinggal di hati sedikit anak-anak di sana.

Saya bermimpi, 20 tahun lagi, ada seorang arsitek terkenal dari Indonesia yang berkata, “Saya menjadi arsitek karena dulu ada orang botak mengaku dirinya sebagai arsitek dari Jakarta dan datang ke SD saya di desa Bussu, kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat”.

…..Di Sana Tempat Lahir Beta. Dibuai Di Besarkan Bunda. Tempat Berlindung Di Hari Tua. Sampai Akhir Menutup Mata.

[ refrain bait 1 lagu INDONESIA PUSAKA – pencipta Ismai Marzuki ]


Terima kasih untuk Panitia Kelas Inspirasi Sulbar – Mamuju dan Polewali Mandar, para Relawan, para Guru dan para murid SDN 035 desa Bussu kecamatan Tapango, dan karyawan Indomaret, Majene yang telah membantu kelancaran saya menjadi relawan Kelas Inspirasi Sulbar – Polewali Mandar.

 

TB di Pulau Bala – Balakang

Pelacakan penderita TB pada kelompok khusus seperti daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan telah dilaksanakan melalui  Program Primery Health Care (PHC) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju dan BKKBN.

Berbahagia sekali mendapat kesempatan ikut serta dalam rombongan PHC, kami dari Tim TB Provinsi Sulawesi Barat memaksimalkan peluang yang ada dengan melakukan serangkaian kegiatan mulai dari Analisis kondisi lingkungan,  identifikasi kesiapan sarana  kesehatan ,Rembuk tokoh masyarakat dan penemuan tersangka penderita TB, serta kesepakatan petugas Puskesmas untuk pemberian pengobatan terhadap penderita yang terdiagnosis TB.

Gambaran kondisi lingkungan yang dikunjungi seperti Pulau Ambo, Salissingan dan saboyang dimana masing-masing pulau terisolasi oleh lautan yang pada saat-saat tertentu sulit ada komunikasi dan hubungan satu sama lain, daerah seperti ini jika di tinjau dari aspek epidemiologi  sangat mudah terjadi penularan  dari penderita TB ke orang sehat. Disisi lain seperti kesiapan petugas juga terbatas. Antisipasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat jauh sebelumnya telah melatih  satu orang bertugas di Puskesmas Salissingan namun kinerjanya belum maksimal karena penderita yang ada ditemukan oleh Tim TB Prov yang seharusnya jauh sebelumnya sudah terlacak oleh petugas di PKM Salissingan penderita yang ditemukan di Salissingan adalah penderita ekstra paru  dan penderita suspek TB sedangkan di Pulau Ambo seorang Suspek TB yang perlu penanganan lebih lanjut oleh  petugas Puskesmas Salissingan. Kegiatan Provinsi telah menyerahkan Obat anti Tuberkulosis Kategori I dan Kategori anak dan bahan penujang diagnostik TB lainnya. Melihat kondisi tenaga yang ada kami merencanakan melakukan pelatihan tambahan satu orang lagi yang akan dilaksanakan pada triwulan III tahun 2012 dan telah dikomunikasikan dengan Kepala Puskesmas untuk menujuk orang yang siap dilatih, Tim TB provinsi Sulbar telah pernah berkunjung ke daerah tsb dan untuk ini kedua kalinya, pada kunjungan pertama kali dilakukan base line data belum ada penderita yang terlacak di pulau-pulau tersebut. Saat kunjungan ini telah ditemukan 3 orang penderita TB selanjutnya setelah dilacak asal muasal sumber penularan diperoleh informasi orang tua penderita juga penderita TB yang sehari-harinya bekerja di Provinsi lain dan pada saat tertentu balik ke Salissingan. Dengan adanya sumber penularan di daerah tersebut maka perlu perhatian khusus bagi petugas kesehatan Kabupaten Mamuju dan PKM Salissingan untuk memonitor terusmenerus penderita  sebagai sumber penularan baik pengawasan keteraturan berobat, pemeriksaan kontak serumah maupun kondisi penderita tsb.

Mencermati kondisi ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Dr.Achmad Azis, MKes selaku ketua Tim langsung mengadakan pertemuan dengan masyarakat setempat dialog antara Pak Dusun, pemuka masyarakat dan perwakilan gender  menyampaikan apresiasi kegiatan ini dan menurut mereka baru kali ini ada pelayanan dokter spesialis di tempatnya dalam Tim          memang ada 3 dokter spesialis yaitu Dr. Danial Uisal, SpB (Spesialis Bedah), Dr.Suhendra, SpA, M.kes (Spesialis  Anak) dan Dr.Yusran Antonius, SpOG, Mkes (spesialis kandungan) serta 3 dokter umum ditambah tim BKKBN yang masing-masing melakukan tindakan sesuai bidangnya. pencerahan kepada Kepala Desa tentang kewaspadaan terhadap penularan TB di Daerahnya dan diharapkan tetap berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas agar tidak terjadi pertambahan penderita di Kepulauan Balakbalakang dan diharapkan menjadi wilayah bebas Tuberkulosis (TB.

Catatan : Perjalanan TIM PDBK ke Pulau Bala-Balakang Mamuju

Abdul Majid, SKM,M.Kes

Aplikasi Profil Kesehatan

Tujuan Dari Aplikasi Profil Kesehatan

Menyediakan fasilitas penyediaan data profil kesehatan untuk memudahkan kabupaten dalam pengisian data Profil kesehatan Kabupaten / Kota dan Provinsi.

Aplikasi ini trntunya diharapkan memudahkan pengelola data kabupaten dalam melakukan entry data  berdasarkan jenis data terpilah  menurut jenis kelamin dan diharapkan memudahkan dalam penyusunan Profil Kesehatan.

Dengan momen pelatihan ini diharapkan adanya masukan dari kabupaten dalam pengembangan Aplikasi Profil kesehatan.

Semoga dengan Aplikasi ini membantu teman2 Kabupaten dalam penyusunan Profil Kesehatan.

Apapun makanannya minumya teh botol sosro, Bagaimanapun datanya makanya hasilnya Profil Kesehatan 2010.

Yup…….Semangat2………………