Meries dan Marlince, Adik Pemalu tapi lincah dari Bumi Cendrawasih

Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat.  (QS. Al-Baqarah: 83).

 

Hari ini Selasa 17 Oktober 2017 adalah hari ke 57 menjalani pendidikan di Universitas Hasanuddin. Hujan yang telah turun sejak 2 hari terakhir tidak menjadi penghalang untuk pergi kuliah di Kampus. Pukul 07.30 telah siap dengan pakaian kemeja putih berlengan panjang dengan padanan celana kain warna krem tua yang sudah berusia kurang lebih 7 tahun.

Hari selasa istimewa, kedatangan seorang teman dari Mamuju untuk mengikuti tes tertulis ujian masuk CPNS. Edi wiyanto teman seperjuangan di Poltekkes Banta-Bantaeng pada tahun 2006-2010. Setelah berpisah di perempatan jalan Sahabat Raya. Kami menempuh jalan yang berbeda.

Pagi yang agak mendung tentunya terasa bersahabat bagi pejalan kaki untuk melangkahkan kedua kakinya ke kampus menunaikan niat baik menambah ilmu dan pengetahuan. Keringat yang selama membasahi badan pejalan kaki terasa kurang hadir karena cuaca yang agak terasa dingin menerpa para “Walker”.

Sampai di kampus langsung bertolak menuju ruangan KB111 sambil menunggu dosen Mata Kuliah Statistik Non Parametrik – Ibu Apik Indarty – Dosen Mata Kuliah Statistik FKM Unhas. Setelah menunggu hamper 30 menit ada informasi dari ketua kelas bahwa beliau Ibu Apik berhalangan masuk kelas karena ada kegiatan di Manado.

Kuliah selanjutnya adalah mata Kuliah Wawasan Sosial Budaya Maritim di MKU214 (Pada cerita sebelumnya telah digambarkan tentang MKU, mengapa Kuliah di MKU dll).

Pukul 12.30 di jemput sama pak Kiki di Kost. Pak Kiki dengan Motor Vega Hitam dan senyum khasnya yang senantiasa tersungging di bibir Pemuda Makassar yang menghabiskan masa mudanya selama beberapa tahun terakhir di Ternate Maluku Utara. (24 teman – teman tubel yang seangkatan, akan kami ceritakan di lembaran – lembaran berikutnya).

Kopi hitam + Susu Kaleng Cap Nona menjadi menu hari Selasa bersama Pak Kiki di Warung belakang MKU214 Fakultas budaya. Langganan kopi kami di sebelah kiri sudut. Kopi hitam + Susu menjadi saksi bisu cerita – cerita yang ada di antara saya dan kiki. Kadangkala Anderson dan Idayanti Bahdin juga turut menemani di warung yang cukup ramai oleh hiruk pikik anak mahasiswa dan dosen yang berbaur dalam satu melodi “makan dan minum”.

Pukul 13,00 masuklah kami kedalam kelas. Saya memilih duduk di belakang bersama dua gadis asal papua. Meries dan Marlince, Mahasiswa FKM utusan tanah Cendrawasih yang di biayai melalui bea siswa Dikti. Dua gadis remaja menginjak dewasa yang memiliki bola mata yang berbinar-binar dikelilingi bulu mata yang lentik, rambut keriting dengan sunggingan senyum yang manis dihiasi deretan gigi yang rapi dan putih bersih. Mereka berdua tinggal di Asrama Mahasiwa (Ramsis). Meries dengan badan yang agak kecil dan Marlince dengan tubuh yang agak berisi menjadi teman cerita selama kurang lebih 1 Jam 40 menit.

“Meries dan Marlince, Kelompok berapa” ujar saya sambil mulai melakukan pendekatan.

“Kami orang kelompok Delapang” jawab mereka hampir bersamaan.

Sambil bergurau sedikit demi sedikit saya tau bahwa ternyata Meries awalnya berminat masuk di Fakultas Pertanian dan Merlince memiliki impian jadi seorang bidan.

So..bagaimana dengan kondisi perkuliahan di Unhas?

Kendala yang di hadapi oleh 2 teman ini adalah kendala Bahasa pada saat berkomunikasi dengan teman-teman di kampus.

“Teman – teman terlalu cepat bicaranya, kadang saya tidak mengerti apa yang di ucapkan”ujar merlince.

Utamanya pada saat pengkaderan para senior yang membina terlalu cepat bicaranya lanjut Merlince.

Setelah cerita- cerita akhirnya saya mulai dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya mereka berdua memiliki potensi tapi kadang masih malu-malu untuk mengutarakan pendapatnya di depan  teman-teman. Buktinya pada saat sesi tanya jawab merlince dan Meries memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan Budaya Maritim di Sulawesi Selatan.

Jangan salah loh..Merlince ternyata memiliki hobby main bola kaki.

So—jadi nggak sabar melihat mereka tampil pekan depan untuk mempersentasekan tugas kelompok yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah.

Semoga sukses selalu untuk teman – teman semua khususnya Meries dan Marlince. Dua Gadis dari Banyak gadis pulau terbesar kedua di dunia

Hari ini terasa baper karena sekelas dengan dirinya…??

 

Makassar, Nafita House, 17 Oktober 2017

Hari ke 57 di Universitas Hasanuddin

Ketika Para Lelaki Tubel Bicara Sangkar

Menjalani masa kuliah bagi mereka yang sudah bekerja menjadi tantangan tersendiri. Ada banyak hal yang harus di sesuaikan. Perlu waktu untuk dapat menyesuaikan irama kampus dan kuliah yang nota bene cukup berbeda dengan kondisi di kantor tempat bekerja.

Hari ini kami berlima Anwar, Ukan, Amrin, Kiki dan saya berkumpul di gazebo depan kampus Fakultas Kesehatan masyarakat Unhas. Banyak yang kami bicarakan dan diskusikan. Sebelumnya kami menikmati kopi yang di jajakan sebagai sekaligus bazar yag dilakanakan oleh organisasi mahasiswa FKM hari ini. Sayang bagi kami pribadi kopi yang kami pesan tidak sesuai dengan harapan. No recomended untuk minum yang kedua kalinya di tempat tadi. Begitu pun pendapat Kiki yang memesan Espresso yang ternyata sangat pahit. Sampai – sampai pak Kiki sampai menambah 2 Porsi gula kedalam gelas yang berisi kopi. Anwar “lelaki bujang” dikelompok Tubel 2017 yang juga ternyata penikmat kopi seperti saya dan Kiki bersama – sama duduk di kursi yang berada di parkiran mobil. “saya pesan Vietnan Drip” ujar wawan “nama keren Anwar”.

Setelah minum kopi kami berpindah tempat, because “We Will Close” ujar gadis panitia bazar kepada kami. Akhirnya kami bergeser ke gazebo. Disinilah cerita berlanjut, apalagi ukan dan dan amrin juga ikut bergabung. Bagaimana seru dan ributnya ketika para lelaki bicara tentang sangkar. Opss jangan victor sahabat. Ini adalah tetang sangkar burung yang ternyata telah pergi meninggalkan burung yang datang kepadanya.

Pembahasan lainnya adalah tentang persiapan pelaksanaan futsal yang akan di laksanakan besok lapangan futsal depan MTOSH dan rencana weekend ke rumah Armadhan untuk bakar – bakar ikan di Galesong.

Masa kuliah memang memberikan beberapa efek positif khususnya bagi mereka yang sudah bekerja seperti kami. Berat badan mulai menurun, otak mulai terasah lebih hebat lagi, soalnya banyak belajar, mata semakin segar “kalau yang ini pak Amrin punya slogan” dan bertambahnya sahabat dan teman yang merupakan investasi jejaring masa depan.

Kuliah di kampus merah, Universitas Hasanuddin memang membutuhkan energi yang banyak. Tugas yang diberikan oleh dosen seyogyanya menjadi motivasi untuk semakin giat belajar, bukan sebaliknya menjadi beban. Hal inilah yang kadang kami alami tugas sepertinya menjadi sebuah beban “kalo lagi bete’ dan malas kerja tugas”.

Kalo lagi malas kerja tugas kampus sepertinya si Burung memang harus menengok sangkarnya walau sebentar saja.

Makassar, Pondok Aryun 9 September 2017

 

 

 

 

Membangun Jejaring “Cinta” di Balance Unhas Kelas KA105 FKM

Hari ini 16 September 2017 menjadi pelaksanaan ke 2 Balance Unhas yang wajib di ikuti oleh mahasiswa baru Kampus merah dengan seragam batik dan Celana / Rok Hitam .  Harus hadir On time sesuai dengan Pesan Instruktur pekan lalu Bapak Adnan Nasution (Dosen FKIP Unhas) .Materi Balance ada 3 :

  1. Sinergitas dalam kemajemukan
  2. Membangun jejaring suportif
  3. Etika akademik

sayang sekali pada pekan kedua ini ada beberapa teman yang tidak bisa ikut balance karena tidak ikut pada pekan sebelumnya. Ukan, Rosjaya, Linda Kaysupi, Linda Sarungallo, dan Sadania walaupun hadir dikampus tapi tidak diperkenankan masuk keruangan sehingga mereka harus mengulang tahun depan.

Ada beberapa catatan yang di dapatkan pada pekan kedua ini :

  • Mahasiswa baru perlu melakukan adaptasi terhadap kondisi dunia kemahasiswaan. Kampus berbeda dengan sekolah SMA.  oleh Ibu Indar selaku Instruktur membagi kelas menjadi 8 kelompok dan tiap kelompok di arahkan untuk menuliskan kesamaan dan perbedaan yang ada dalam tiap kelompok. Saya berada pada kelompok 8 bersama Armadhan, Nanang dan Resmita. Kesamaan kelompok 8 adalah semuanya suka makan makanan gratisan. jadi teringat panggilan makan Kapurung beberapa malam lalu di rumah Kost Ibu Nelli di BTN Asal Mula di PK 7
  • Mahasiswa baru perlu membangun jejaring suportif. Jejaring untuk saling menguatkan. Saling membantu dan belajar bersama. Ibu Indar memutar sebuah video tentang seorang mahasiswa Unhas yang bermasalah dengan mata kuliahnya sehingga jadi kurang semangat belajar. Terdapat 2 orang mahasiswa di kelasnya yang datang untuk membantunya mengerjakan tugas secara berkelompok. Singkat cerita setelah 5 tahun kemudian mereka bertemu lagi. Mahasiswa yang bermalasalah 5 tahun lalu telah bekerja di sebuah perusahaan besar sedangkan teman kuliahnya masih sementara mencari pekerjaan. Akhirnya teman yang sukses ini menawarkan peluang kerja kepada temannya tesebut. Membangun relasi, membangun cinta pada saat kuliah dengan teman-teman di kampus akan kita rasakan ke depan. Ini adalah investasi besar. Bisnis yang tak ternilai. Tak ada kerugian yang didapatkan dalam membangun jejaring.
  • Etika akademik perlu ditunjukkan oleh mahasiswa. Haram hukumnya seorang mahasiwa dengan mental akademik untuk melakukan Plagiat. Tau arti plagiatkan? Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.Selain itu Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme adalah:“to take and use another person’s ideas or writing or inventions as one’s own”

    Menurut Reitz dalam Online Dictionary for Library and Information Science plagiarisme adalah : “Copying or closely imitating take work of another writer, composer etc. without permission and with the intention of passing the result of as original work”

    Ih jadi Plagiator, Ndak mau ah. So Kita harus “Studi Hard” lagi, memperbanyak membaca buku dan sumber – sumber ilmu lainnya. Study Hard itu apa sich? Makanan ringan?, bukanlah study hard itu kita harus belajar keras untuk dapat menambah pengetahuan kita. Apalagi 1 bulan kuliah di Kampus merah hampir tiap hari dijejali dengan tugas – tugas dari dosen.

Pada sesi akhir kegiatan. Ada 3 contoh kasus yang di berikan oleh instruktur. Mulai dari iwan yang terlambat bangun dan motornya mogok sehingga minta absenkan sama teman di kelas, si Ani yang mencopy paste sebuah makalah dan hanya mengganti judulnya dan tentang seorang mahasiswa yang kurang beretika dalam mengirim sms janjian kepada seorang dosen.

So Balance hari ini jadi media bagi peserta Balance khususnya Kelas KA105 untuk membangun cinta. Opss bukan cinta Monyet dan Cinta Nafsu Sahabat. Tapi cinta untuk saling menguatkan, saling mendorong, saling share tentang informasi yang bermanfaat.

Balance hari ini dilaksanakan sampai pukul 12.30. dan akan dilanjukan pekan depan.

See you Next Week Balancers FKM KA105 class. I am very Happy today.

Cafe Ewako, Makassar 16 September 2017. Bersama Pak Kiki  Mahasiswa Tubel Kemenkes 2017 dari ternate sambil menikmati kopi susu Toraja dan Ubi Goreng