Rasakan Sensasi di kelas Inspirasi Mamuju

Alhamdulillah berkesempatan mengikuti Kelas Inspirasi mamuju#5 yang dilaksanakan oleh komunitas Kelas Inspirasi Mamuju. Angka #5 menunjukkan bahwa penyelenggaran Kelas Inspirasi sudah memasuki kegiatan ke-5 yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Sejak setahun terakhir berdomisili di Makassar, membuat saya harus mengatur waktu untuk dapat mengikuti kelas Inspirasi di wilayah Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju.

Berangkat dari Makassar dengan PO PIPOSS pukul 20.45 dan tiba di Mamuju tepat pukul 06.00 pagi. Satu hari full saya habiskan dengan mengurus kegiatan lain dan “spend time” bersama dengan bocah kecil dirumah.

Hari sabtu sesudah sholat subuh saya segera bergegas menuju ke Tappalang yang berjarak kurang lebih ± 30 km dari jantung ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju.

Sambutan Hangat di Rujab Camat

Tiba di rujab camat kecamatan Tappalang, ternyata sudah banyak relawan yang sudah hadir. Mereka sebagian besar sudah stay di di sini sejak kemarin sore. Bertemu dan bertatap muka dengan orang-orang baru yang sama-sama memiliki passion sebagai relawan. Mereka yang memiliki visi dan misi sebagai volunteer. Para relawan kelas Inspirasi Mamuju terdiri atas Fasilitator, Pengajar, Fotografer dan videographer. Sambutan yang hangat di tempat ini menjadi sensasi yang senantiasa menjadi perasaan yang hangat sejak ikut di komunitas ini sejak 6 tahun lalu.

Perjalanan ke Sekolah dan Kondisi Sekolah

Ditempatkan di lokasi SD Inpres Limbeng yang berjarak kurang lebih 4 km dari kantor camat. Kami ber 8 menuju sekolah yang ada di arah menuju Pasa’bu. Sekolah ini terletak di wilayah desa orobatu. Jumlah siswa sekitar 80 orang dengan jumlah pengajar sekitar 12 orang.

Kondisi sekolah juga sangat bagus bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain yang selama ini sudah kami kunjungi di kelas Inspirasi sebelumnya.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera. Nampak siswa-siswa SD dari kelas 1-6 berbaris dengan rapi. Kepala sekolah menjadi Pembina upacara.

Pasca pelaksanaan upacara bendera, kami relawan dari kelas inspirasi memperkelkan maksud kedatangan kami ke sekolah dan perkenalan satu demi satu relawan yang hadir.

Kami juga sangat senang di sekolah ini. Sambutan hangat pihak sekolah sampai sambutan makan snack dan makan berat di akhir kegiatan KI. Sambutan yang hangat ini semoga bisa menjadi pembuka yang baik untuk silaturrahmi yang lebih baik di masa depan.

Inspirasi Anak Negeri di Kelas

Menjadi fasilitator dan relawan pengajar, saya memperkenalkan diri kepada anak-anak kelas 3 SD tentang siapa saya dan profesi sebagai bagian analisis data di salah satu kantor pemerintah selama 8 tahun terakhir. Mereka agak bingung dan samar-samar dengan informasi yang saya sampaikan.

Hampir semua siswa yang berjumlah sekitar 20 anak rata-rata menjadi Tentara, Polisi, Dokter dan Guru. Tidak ada yang memiliki cita-cita sebagai statistician, Arsitektur, Fotografer, Videografer dan profesi-profesi lainnya yang belum pernah mereka ketahui.

Berdasarkan analisis dan pengamatan singkat kami, dapat kami simpulkan bahwa mereka sangat terbatas terhadap informasi-informasi masa kini. Sangat kontras dengan anak-anak SD di kota yang memiliki tingkat pemahaaman dan pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak SD disini.

Bagaimana selanjutnya

Kondisi ini perlu ditindaklanjuti dalam langkah yang lebih kongkrit. Keadaan yang seperti ini inilah maka semua lapisan masyarakat dan pemerintah seharusnya turut campur memberikan intervensi berkelanjutan.

Selama ini seudah banyak konsep yang ditawarkan, ratusan bahkan ribuan ide telah di paparkan namun masih terkendala dengan lemahnya pelaksanaan di lapangan.

Pendidikan adalah salah satu jalan terbaik untuk bisa memperbaiki kualitas bangsa.

Pendidikan bukanlah hanya hak bagi mereka yang bedomisili di kota. Anak desa pun berhak untuk memilikinya. Kita sepakat bahwa pembangunan haruslah merata, merata dalam akses, merata dalam kualitas dan lebih penting bukan hanya menjadi wacana semata yang tertulis dengan gemilang di kertas-kertas yang bertumpuk di meja namun “tak berdampak luas” ketika di implementasikan di lapangan.

Author: adminsaleh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *