Reportase Muswil 8 FLP Sulawesi Selatan

Musyawarah Wilayah Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan diselenggarakan setiap 2 tahun dan tahun ini memasuki muswil ke 8.  Agenda Muswil sebagaimana tertuang dalam ART FLP adalah:

  1. merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis FLP Sulsel
  2. Pemilihan Ketua FLP Sulsel periode 2018-2020
  3. Evaluasi kinerja Pengurus FLP Sulsel 2016-2018

Musyawarah Wilayah FLP Sulawesi Selatan diselenggarakan tanggal 2 Oktober –3  November 2018 di Growth Center Makassar dengan menghadirkan para penggiat literasi yang tergabung dalam organiasi FLP cabang dan ranting di Sulawesi Selatan. 5 dari 11 Cabang FLP yang hadir adalah FLP Makassar, Maros, Gowa, Pare-Pare dan Palopo.  Acara yang yang  Muswil FLP Sulsel di buka secraa resmi oleh  Kepala Badan Litbang Pemprov Sulsel, Dr Muh Iqbal Syuaib. Muswil ke-8.Sulawesi Selatan ini mulai secara efektif pada hari sabtu pagi. Perwakilan ranting kampus se Makassar juga hadir dalam kegiatan Muswil.

Setelah kegiatan seremonial, acara di bagi dalam beberapa sidang Pleno. Presedium sementara Fachruddin Ahmad bersama Munawir Syam memimpin Sidang Pleno pertama untuk pemilihan 3 Presedium sidang. Akhirnya forum menyepakati Ahmad K (FLP Pare-Pare), Eka Purwanti (FLP Palopo) dan Muh. Saleh (FLP Ranting Unhas) sebagai presidium sidang.

Sidang Pleno 2, membahas tentang tata tertib pelaksanaan muswil. Sidang di pimpin oleh Ahmad K. Ada beberapa perubahan yang di sarankan oleh peserta muswil sebagai dasar pelaksanaan muswil ke 8 FLP Sulsel

Sidang Pleno selanjutnya membahas kebijakan dan langkah – langkah strategis umum FLP wilayah untuk periode berikutnya. Secara normal, seharusnya sidang pleno yang dilaksanakan adalah sidang LPJ pengurus 2016-2018, namun karena belum siap di mundurkan ke agenda pukul 20.00

Ada beberapa usulan yang dihasilkan untuk menjadi bahan usulan pada pengurus baru :

  1. Penguatan Internal Kelembagaan FLP Wilayah / Cabang / Ranting secara menyeluruh dan tepat
  2. Postur kepengurusan wilayah yang efektif dan efisien
  3. Melahirkan parameter jenjang dan klasifikasi kaderisasi sebagai pembinaan berkelanjutan (Muda dan Madya)
  4. Penertiban data base kader FLP Sulsel
  5. Inisiasi TOT Kepenulisan
  6. Inisiasi Workshop Kepenulisan
  7. Inisiasi kompetisi antar cabang
  8. Pengadaan secretariat
  9. Tudang silpulung FLP Wilayah
  10. Intensifikasi komunikasi berupa dialog Dewan Pengurus dan FLP wilayah secara keseluruhan

Sesi Selanjutnya adalah LPJ Pengurus wilayah FLP Sulsel tahun 2016-2018. Fahruddin Achmad selaku ketua FLP di dampingi Munawir Syam (Sekretaris), Khairunnisa El Said (Bendahara), Muhammad Nursam (Divisi Humas, Media dan Publikasi) dan Yusmirah Yunus (Divisi Bisnis dan Cahaya) duduk di depan forum bersama dengan 3 Presidium Sidang (Ahmad K, Erna Purwanti dan Muh. Saleh)

Laporan pelaksanaan kegiatan di sampaikan oleh Fachruddin Achmad dan ditambahkan oleh pengurus inti dan ketua Divisi terkait pelaksanaan kegiatan dan kendala yang dihadapi.

Menanggapi LPJ pengurus wilayah tahun 2016-2018, ada perbedaan pendapat dari para peserta sidang yang. Ada yang menolak dan Menerima dengan syarat LPJ yang disampaikan.

S, Gege Mappangewa selaku Dewan Penasehat FLP Sulsel mengatakn bahwa kedepan apa yang di anggap kurang bisa ditingkatkan di kepengurusan mendatang. Pengurus ketua wilayah sangat susah. Memanggil semua mereka yang tidak aktif kembali aktif masuk FLP. Wajah lama agar bisa kembali ke rumah kita, FLP adalah salah satu prestasui besar yang diraih oleh masa kepengurusan Fahruddin Cs.

Pada agenda sidang selanjutnya adalah pemilihan Calon ketua FLP Sulsel Priode 2018-2020. Dari 5 cabang yang ada diberikan kesempatan mengusulkan maksimal 3 nama untuk dijadikan sebagai bakal calon ketua. Ada 5 nama yang diusulkan Fatur Khair Tabri , Adibah L Najmy, Syahrir, Ismi Kurnia Dewi Istiani dan Ahmad.

Setelah diminta kesediaannya, 3 bakal calon menolak untuk dicalonkan sebagai ketua sehingga hanya tersisa 2 nama Ismi Kurnia Dewi Istiani dan Ahmad. Musyawarah tidak berhasil menelurkan ketua baru sehingga harus dilanjutkan pungut suara secara tertutup.

Akhirnya Ahmad yang juga mantan sekretaris FLP Makassar terpilih sebagai ketua FLP Sulsel 2018-2020 setelah behasil mengumpulkan 26 suara dari 30 pemilik suara.

Barakallahu Fiik kepada saudara Ahmad atas amanah baru sebagai ketua FLP Sulsel Periode 2018-2020

Tetap Berbakti, Berkarya dan Berarti

Makassar, 4 November 2018

 

 

Author: adminsaleh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *