Asyiknya belajar membuat Pantun

Hari ini bertempat di Fakultas Ilmu Budaya, saya berkesempatan mengikuti kegiatan Pelatihan Pantun yang dilaksanakan oleh forum Lingkar Pena Unhas (FLP Ranting Unhas).

Hampir selama 2 jam saya larut mengikuti materi yang di sampaikan oleh bapak Nunding Ram yang juga dosen di fakultas Budaya Universitas Hasanuddin.

Menulis pantun membutuhkan imaginasi. Manusia bebas untuk berimaginasi tapi untuk menulis tidak semuanya harus di tuangkan dalam kalimat. ada batasan – batasan agama dan sosial yang perlu di perhatikan dalam menulis pantun.

Untuk menulis pantun, hal yang harus diperhatikan ialah membuat topik atau tema terlebih dahulu, sama halnya jika hendak membuat karangan yang lain. Tema dalam penulisan pantun sangat penting sekali, karena dengan tema pantun-pantun yang dibuat oleh siswa akan lebih terarah kepada sesuatu maksud yang diharapkan. Dan juga tidak akan merebak kemana-mana, yang akhirnya dapat mendatangkan masalah. Memang diakui, adanya sedikit pengekangan kreativitas bagi siswa dalam menulis pantun, jika menggunakan tema yang sempit. Oleh karena itu, guru harus lebih bijaksana dalam memilih tema yang didalamnya dapat mengandung atau mencakup berbagai permasalahan keseharian. Tema yang cocok diberikan dalam proses pembelajaran misalnya saja berkaitan dengan masalah politik, sosial budaya, percintaan, dan kehidupan keluraga. Misalnya, tema tentang sosial budaya dengan mengambil topik soal kebersihan kota atau masalah sampah. Hal pertama yang harus dilakukan ialah membuat isinya terlebih dahulu. Untuk membuat isi harus diingat bahwa pantun terdiri atas empat baris. Dua baris pertama sampiran, dan dua baris berikutnya ialah isi. 

Fakultas Ilmu Budaya Unhas_220402018

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *